Tugas 11



KERANGKA

Ide: Kapitalisme mempengaruhi kreativitas creator film
Peg: 30 maret memperingati hari film, mari kita bicara soal  kreativitas creator film Indonesia
Tema:  Kreativitas creator film Indonesia yang terbunuh karena kapitalisme
Kalimat Topik:
Tema film Indonesia yang telihat itu-itu saja membuat film tidak diminati masyarakat itu sendiri. Sehingga film Indonesia sepi peminat.
Pendahuluan
-          Mengapa kapatalisme menghambat kreativitas creator film Indonesia?
Pembahasan
-          Bagaimana kapitalisme mempengaruhi tema dari film yang beredar di Indonesia itu sendirr?
Penutup
-          Bagaimana seharusnya para pelaku pekerja film dapat membuat film menjadi
lebih baik?

Kapitalisme Membunuh Kualitas Film Indonesia

30 maret bertepatan dengan peringatan hari film di Indonesia, mari kita bicara soal film Indonesia yang berkutat pada tema yang itu-itu saja.

Film menjadi suatu hal yang dapat menghibur orang lain disaat waktu kosong mereka. Film selain menjadi penghibur juga menjadi suatu lahan bagi para creator film untuk menyuarakan apa yang ingin mereka sampaikan.

Berbagai tema film tersedia bagi para peminat film. Ada horror, romance, sciene fiction dan lain sebagainya. Tapi apakah semua tema dalam film ini ada di perfilman Indonesia? Tentu tidak.

Banyak tema film yang masih tidak eksis dalam perfilman Indonesia. Mengapa demikian?
Dapat kita ketahui, perfilman Indonesia saat ini hanya berkutat dalam tema yang itu-itu saja. Mengingat bahwa masyarakat Indonesia yang masih memiliki tingkat kepedulian yang rendah terhadap karya anak bangsa, sehingga apabila ada tema baru yang ditawarkan oleh creator film seolah-olah masyarakat memandangnya sebelah mata.

Hal inilah yang membuat para petinggi dari creator film di Indonesia menekan para pelaku perfilman hanya untuk berkutat di tema yang itu-itu saja. Tema yang menjadi minat tinggi di masyarakatlah yang menjadi penentu bagaimana seorang creator film harus membuat suatu karya.

Para petinggi yang lebih mementingkan hasil keuntungan daripada suatu karya, membuat ia lupa bahwa kualitas film itu sendiri penting karena berkaitan dengan kreativitas dari para creator film.

Bisa dilihat tema-tema film di negeri ini hanya berkutat pada film horror dan romance, sehingga tidak ada tempat untuk tema lain  bagi para penikmat film di negeri ini. Sehingga tak ada tempat bagi tema-tema tertentu yang berdasarkan kreativitas creator film bisa memenangkan hati daripada penikmat film.

Kepentingan dari para petinggi di dunia perfilman membatasi kreativitas creator sehingga tidak ada tema film lain di luar tema mainstreame tersebut yang berkembang di negeri ini. Maka dari itu hapuslah Kapitalisme dari dunia film yang kreatif ini.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wahana Primadona Jadi Incaran

2021, Can I Have A New Life?

Blog Competition 2017