2021, Can I Have A New Life?
Udah lama banget gak nulis di blog ataupun diary. Rasa kangennya tuh berasa juga ternyata hehehe. Yah tapi seperti yang kalian tau, gue pakai blog ini juga cuma untuk nulis curahatan atau sekedar ngumpulin tugas zaman kuliah dulu, tapi kayaknya sekarang mau coba nulis lagi.
Yah mungkin masih soal curhatan, tapi gue akan mulai mencoba untuk menuliskan apa yang gue rasain dan pikirkan saat ini dan korelasinya mungkin sama kalian yang gak sengaja baca blog ini.
Gak banyak hal yang mungkin kalian tau soal gue, ya karena emang gue gak pernah share apapun sih soal diri gue.
Jadi kenalin nama gue aulia, dan saat ini gue bekerja di salah satu ahensi yang ada di Jakarta. Tahun ini, umur gue menginjak 23 tahun, tapi semakin bertambahnya usia, semakin bertambah pula ketakutan-ketakutan yang gue harus hadapi.
Takut gagal, takut stuck disitu-situ aja, mulai banyak bandingin diri dengan orang lain dan kekhawatiran lainnya. Pada akhirnya hal ini ngebuat gue kehilangan kepercayaan diri. Gue merasa bahwa apa yang gue lakuin bisa aja salah, bisa aja gak disukai orang lain, dan segalanya.
Gue merasa quarter life criris ini bener-bener mempengaruhi gue secara mental dan fisik. Rasanya setiap hari ada aja yang bikin gue gak semangat, selalu bikin gue sedih. Sampai sekarang gue masih mencari cara how to solve this.
Itu kenapa saat ini gue memutuskan untuk percaya sama diri gue sendiri dan gue akan mulai mencoba menjalani dan melihat semua hal secara perlahan dan gak buru-buru. Gue rasa saatnya keluar dari comfort zone-nya gue. Gue gak bisa selamanya menahan diri, selalu jadi orang gak bold, I mean, Just myself can make me happy. Gue yang bertanggung jawab atas kebahagian gue sendiri. Gue gak bisa kontrol orang lain, tapi gue bisa kontrol reaksi gue terhadap hal apa yang orang lain lakukan ke gue.
Jika gue mau dianggap, maka gue harus berusaha untuk bisa dianggap. Kalau gue mau dilihat sebagai pribadi yang pintar, cantik luar dalam dan sebagainya maka tugas gue adalah buat orang lain bisa melihat gue seperti itu. Gue gak bisa kontrol cara pandang mereka, maka gue yang akan ubah cara pandang mereka terhadap gue.
Yah kewajiban gue bukan membahagiakan semua orang, tugas gue cuma buat diri gue bahagia. Dan saat ini gue merasa akan jadi bahagia kalau ngeliat orang disekitar gue bahagia dan mengapresiasi keberadaan gue. Saat ini yang gue mau ya cuma itu.
Tapi jujur, i got stressed a lot coz of that, hehehe, tapi ya gpp saat ini gue hanya menikmati semua prosesnya. Mungkin gue merasa sendirian, malas ngelakuin apa-apa, gak pede, tapi gue percaya, pada akhirnya saat gue memutuskan untuk berubah. Gue pasti bisa jadi the best version of myself.
Komentar
Posting Komentar